info@ceritabola.id

Cerita Paul Scholes Bermain Setelah Pensiun

Sir Alex Ferguson tegang jelang menghadapi Manchester City pada babak ketiga Piala FA 2011/12. Rentetan hasil buruk dan krisis cedera membuatnya semakin kepusingan.

Pada 31 Desember 2012, Manchester United kalah dari Blackburn Rovers (2-3). Empat hari berselang giliran Newcastle United yang menggulung skuat asuhannya (0-3). Di sisi lain, City baru saja mengalahkan Liverpool di City of Manchester Stadium.

United bertandang ke markas City untuk laga derbi ini. Setelah Liverpool, bukan tak mungkin United—yang sedang dalam performa negatif—yang akan menjadi korban berikutnya. Ditambah lagi, United sebelumnya kalah 1-6 di Old Trafford dari City. Krisis cedera melengkapi betapa tidak siapnya United melawat ke kandang City.

Setan Merah sedang mengalami krisis cedera, terutama di posisi gelandang tengah. Anderson Abreu baru pulih dari cedera lutut, Darron Gibson belum lama kembali berlatih normal sejak cedera pada pertengahan Desember, Tom Cleverley cedera pergelangan kaki sejak November dan diprediksi baru pulih pada Februari, tapi yang paling terasa kehilangannya adalah cedera Darren Fletcher yang membuat sang pemain harus menepi sejak pertengahan Desember sampai akhir musim.

Phil Jones, Park Ji-sung, Luis Nani, Rafael Da Silva, dan Ryan Giggs sudah sempat dicoba Ferguson bermain di posisi gelandang tengah. Saat itu United mencoba meracik formasi dalam badai pada pola dasar 4-4-2 atau 4-3-3. Para gelandang muda dari akademi seperti Paul Pogba, Ravel Morrison, dan Larnell Cole pun dipromosikan ke skuat senior untuk ditinjau kesiapannya.

Namun pada laga melawan City, ada kejutan lainnya. Bukan, bukan pemain out of position atau pemain muda ingusan lain yang Fergie mainkan untuk posisi gelandang tengah ini. Fergie memberikan kejutan bukan hanya pada suporter dan penikmat sepakbola Inggris, tapi juga pada para pemainnya. Manajer asal Skotlandia itu diam-diam mendaftarkan kembali gelandang tengah United yang tujuh bulan sebelumnya menyatakan pensiun: Paul Scholes.

***

Pada 31 Mei 2011, akhir musim 2010/11, Scholes menyatakan gantung sepatu. Usianya ketika itu sudah 36 tahun.

Setelah itu, United kemudian memberikan penghargaan dan perpisahan spesial pada keputusan Scholes—salah satu pemain terbaik United sepanjang masa—untuk pensiun. Pada Agustus, sebanyak 74 ribu lebih penonton memadati Stadion Old Trafford untuk laga perpisahan Scholes dengan United, yang dibelanya selama 17 musim, melawan New York Cosmos. Pemain kelahiran Salford ini memang spesial karena dirinya merupakan didikan akademi United dan hanya membela United sepanjang kariernya.

“Tentang Scholes, itu cukup mengejutkan,” kata Wayne Rooney usai laga menghadapi Man City, seperti dikutip ITV Sport. “Kami tidak tahu bahkan sampai kami di ruang ganti. Tapi ini bagus, kembali memiliki seorang pemain dengan kualitas sepertinya.”

Tak heran para pemain United terkaget-kaget melihat Scholes kembali ke ruang ganti United sebagai pemain. Comeback-nya Scholes memang didesain serahasia mungkin oleh Ferguson. Bahkan keputusan pemain kelahiran 16 November 1974 tersebut bermain untuk laga melawan Manchester City baru diambil sehari sebelum pertandingan digelar.

Scholes pun disuruh bungkam atas rencana Fergie kembali mengontraknya dan menjalani “debut” pada laga melawan City.

“Dia [Ferguson] tidak memberi tahu pada para pemain karena aku pikir dia hanya ingin situasinya tetap tenang,” kata Scholes pada BT Sport. “Bertandang ke markas City, dia hanya menyuruhku ke hotel, The Lowry, pada Sabtu malam sebelum pertandingan yang digelar Minggu. Dia hanya duduk di meja, kalau tidak salah dengan setengah gelas anggur, dan menyuruhku jangan berkata apa-apa.”

“Kemudian aku datang ke lapangan keesokan harinya, dan tentu aku tahu apa yang akan terjadi. Aku agak gugup memikirkan apa yang rekan-rekanku pikirkan. Lantas kami ke ruang ganti dan seragamku sudah dipasang. Aku didaftarkan sebagai pemain pengganti,” sambung Scholes.

Untuk membatalkan pensiunnya, Scholes sebenarnya sudah membicarakan hal tersebut dengan Fergie sejak September. Pemilik 66 caps Timnas Inggris tersebut mengatakan bahwa dirinya masih harus membicarakannya dengan sang istri dan memanfaatkan waktu liburan. Walau begitu, sambil memikirkan kapan waktu yang tepat untuk merumput lagi, Scholes meningkatkan fisiknya dengan berlatih bersama tim U23 United. Ketika itu dirinya hanya diketahui sebagai “guru” bagi para pemain muda, khususnya para gelandang muda United.

“Dia [Ferguson] ingin aku kembali untuk berlatih bersama tim U23, dilatih oleh Warren Joyce. Tapi baru pada September aku bilang 3-4 bulan lagi aku baru bisa kembali bermain. Setelah itu aku berlatih dengan pemain-pemain seperti Paul Pogba, Jesse Lingard, dan Larnell Cole, para pemain yang bagus. Aku senang bisa berbagi [ilmu],” tukas Scholes.

“Pada Desember aku merasa sudah fit dan di saat bersamaan tim sedang kesulitan dengan adanya krisis cedera di pos gelandang tengah. Aku pikir saat itu mereka sampai memainkan Phil Jones dan Fabio Da Silva [red: Rafael] di tengah. Saat itu aku mendatangi Warren dan memberi tahunya bahwa aku sedang memikirkan opsi kembali bermain. Aku juga bilang pada Gary Neville dan Phil Neville untuk mengetahui tanggapan mereka, ternyata mereka bilang `jangan`.

“Tapi saat itu aku sudah ingin kembali merumput dan aku tak ingin bermain untuk tim lain. Akhirnya aku berbicara pada manajemen, kemudian aku dihubungkan dengan manajer (Ferguson), dia bilang, `itu ide bagus`,” sambung Scholes yang kemudian mendapatkan panggilan lagi sehari jelang lawan Manchester City. Seragam bernomor punggung 22 pun disiapkan, karena nomor 18 sudah dimiliki Ashley Young.

Selain seragam, pesepakbola juga harus menyiapkan sepatunya. Biasanya Scholes memakai sepatu Nike untuk bermain. Namun pemain bertinggi 170 cm itu bingung karena kontraknya sudah habis dengan merek sepatu asal Amerika Serikat tersebut, terutama setelah dia pensiun.

Itu membuatnya harus membeli sepatunya sendiri. Akhirnya beberapa jam sebelum pertandingan, dia membeli sepatu Nike berharga murah di toko olahraga terdekat.

“Aku harus memilih sepatu jadi aku mendatangi toko olahraga lokal untuk membeli sepasang sepatu murah seharga 50 paun (sekitar 650 ribu rupiah). Aku tak punya sponsor. Kami tak bisa memberi tahu Nike karena akan aneh jika mengetahui ternyata aku kembali bermain,” ungkap Scholes.

Scholes, walau begitu, tetap memilih Nike T90, seri Nike yang dirinya selalu pakai. Akan tetapi dengan harga murah, dia hanya mendapatkan Nike T90 Shoot IV, versi termurah Nike T90. Biasanya, Scholes memakai sepatu Nike T90 Laser IV yang merupakan versi termahal dan terbaik Nike T90.

***

Manchester United akhirnya mengalahkan Manchester City pada laga “debut” Scholes dengan skor 3-2. Scholes baru bermain pada menit ke-59 menggantikan Luis Nani saat kedudukan sudah 3-1 untuk United. City yang bermain dengan 10 pemain sejak Vincent Kompany dikartu merah pada menit ke-12 memperkecil keadaan lewat gol Sergio Agüero enam menit setelah Scholes bermain.

Kembalinya Scholes sebenarnya tidak disyukuri sepenuhnya oleh seluruh penggawa United. Pogba adalah pemain yang paling kecewa atas perekrutan kembali seniornya itu. Sebelum itu, Pogba yang kemampuannya belum seperti sekarang dijanjikan akan banyak bermain dengan skuat senior oleh Fergie.

Namun janji tinggallah janji karena nyatanya Scholes tak tergantikan hingga akhir musim. Ini pula yang membuat Pogba hijrah ke Juventus sebelum akhirnya kembali ke United pada 2016.

“Pertandingan melawan Blackburn pada Desember 2011 di Old Trafford. Paul Scholes sudah pensiun, Darren Fletcher sedang cedera. Tidak ada lagi yang bisa bermain sebagai gelandang tengah, dan aku berlatih dan aku mulai merasa lebih baik sedikit demi sedikit, dan manajer tidak pernah berhenti berkata kepadaku, ‘Kamu sudah sejauh ini’. Dan aku tidak paham. Sejauh ini dari apa? Dari bermain? Dari mendapatkan waktu bermain? Dari menginjakkan kaki di atas lapangan? Atau dari apa? Kemudian ada Rafael di gelandang tengah dan aku merasa jijik. Aku merasa jijik dan aku juga tidak dimainkan.”

Baca juga : Target Egy Maulana Vikri di Sisa Tahun Kontrak dengan Lechia Gdansk

Pada sisa musim Liga Primer 2011/12, Scholes tercatat bermain sebanyak 21 kali dengan 17 di antaranya di liga. Tak hanya sampai di situ, dia kemudian melanjutkan masa comeback-nya dengan mengabdi untuk satu musim lagi bersama Setan Merah. Scholes akhirnya benar-benar memutuskan pensiun pada Mei 2013; dengan total catatan bermain sebanyak 718 pertandingan.

Bukan hanya Scholes yang pensiun. Ferguson pun menyatakan pensiun dari dunia sepakbola. Kedua legenda United tersebut meninggalkan Manchester United dengan gelar juara Liga Primer.

2 thoughts on “Cerita Paul Scholes Bermain Setelah Pensiun

  1. Reply
    ปั้มไลค์
    May 18, 2020 at 4:34 pm

    Like!! Thank you for publishing this awesome article.

    1. Cerita Bola
      Reply
      Cerita Bola
      May 18, 2020 at 9:16 pm

      Thanks For your support 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *