Termuda Dalam Sejarah Bundesliga, Julian Nagelsmann Difavoritkan Latih Bayern Munchen

ceritabola.id – Di tengah perburuan Bayern Munchen untuk mendapatkan pelatih dengan nama mentereng, terselip sebuah nama yang membuat penikmat bola sedikit terhenyak. Nama itu adalah Julian Nagelsmann. Pria kelahiran 23 Juli 1989 itu, memulai karir kepelatihannya sebagai pelatih termuda saat itu, yaitu berusia 24 tahun kala ia membesut tim Hoffenheim U-17 di tahun 2011.

Julian Nagelsmann merupakan pelatih kepala termuda dalam sejarah Bundesliga, sekaligus termuda ketiga dalam sejarah olahraga. Ia menjadi sorotan banyak media, bukan saja karena usianya yang baru saja menginjak angka kepala tiga di tahun ini, namun juga karena penampilannya yang impresif sebagai seorang pelatih.

Menjelang pekan ke-21 musim kompetisi 2015/2016, TSG 1899 Hoffenheim menunjuk Julian Nagelsmann – yang saat itu berusia 28 tahun 201 hari – menggantikan Huub Stevens yang mundur karena masalah jantung.

Setelah bermain imbang dengan Werder Bremen dalam pertandingan debut, Nagelsmann meraih kemenangan pertama di Spieltag 22. Menjamu FSV Mainz, yang berada di posisi 6 dan sedang on-fire, Die Kraichgauer, julukan Hoffenheim, menang dengan skor 3-2.

Lolos degradasi merupakan tugas utama di musim pertamanya. Dan ini adalah misi yang berat. Kenapa? Pertama, Nagelsmann hanya memiliki 14 pertandingan untuk mengeluarkan Hoffenheim dari zona degradasi serta harus dijalani tanpa persiapan musim dingin dan tanpa pembelian pemain sesuai kebutuhan taktik. Ini bakal menjadi misi berat baginya di tengah situasi yang sangat sulit.

Namun, misi berat itu berhasil dilewatinya dengan baik, dengan menyelamatkan Hoffenheim dari zona merah degradasi. Dari momentum yang didapatkan di musim itu, Nagelsmann melanjutkan sukses ke musim penuh pertamanya yakni musim 2016/2017 ini. Di musim itu, ia membawa Hoffenheim finis keempat, yang artinya lolos ke Liga Champions lewat jalur kualifikasi.

Oleh karena itu, Nagelsmann pun diberikan kontrak baru hingga 2021 mendatang, memperbarui kesepakatan lama yang berjalan sampai 2019. Juga diperbarui kontraknya adalah Direktur Olahraga Alexander Rosen, duetnya yang luar biasa merubah wajah sebuah klub desa: Hoffenheim.

Nagelsmann adalah tipikal pelatih yang penuh dengan eksperimen dan ide taktik, baik dalam fase menyerang maupun bertahan. Ia selalu berusaha menemukan formula-formula baru yang tepat dalam mengkombinasikan JdP, permainan vertikal, dan sistem pertahanan versinya.

Seperti halnya Thomas Tuchel, yang merupakan mantan mentornya, Nagelsmann adalah juru taktik handal yang sangat ahli dalam menerapkan pressing. Selain itu, Nagelsmann juga selalu menyesuaikan tim yang dia turunkan dengan siapa lawan yang dihadapi. Mirip seperti Claudio Ranieri zaman dahulu. Seorang thinkerman. Pengaruh gaya Thomas Tuchel dan Pep Guardiola

Masih muda dan sempat merasakan pengalaman pahit, Nagelsman semacam menumpahkan ambisi, ide dan jiwa berapi-apinya dalam taktik. Pun karena tumbuh di generasi Gegenpressing, dia menjadi pelatih yang menggemari permainan terbuka, transisi cepat, dan tentu pressing agresif untuk merebut bola sedini mungkin.

Dari yang telah disajikan di lapangan hijau, Nagelsmann membuktikan betapa usia muda dan pengalaman tidak selalu ekuivalen dengan kualitas kerja. Thomas Tuchel mengenalnya sejak lama dan meyakini kemampuan Nagelsmann untuk terus berkembang ke depan. Dan, yang tidak kalah penting, kepercayaan yang diberikan oleh TSG 1899 Hoffenheim memperlihatkan bahwa negara maju semakin membuka diri terhadap kehadiran generasi baru.

Di luar kelebihan dan keterbatasannya di lapangan hijau, perlu diingat, sekali lagi, Julian Nagelsmann masih berusia 30 tahun dan baru setahun menjalani karier di Bundesliga. Tentu masih banyak kesempatan baginya untuk lebih baik dan menjadi salah satu pelatih terbaik di masa depan.

Kini, dengan Nagelsmann santer dihubungkan akan mengambil alih jabaran Carlo Ancelotti di Allianz Arena,

Pelatih Hoffenheim itu pernah mengungkapkan bahwa Munchen merupakan rumahnya dan itu membuat spekulasi semakin besar atas kedatangannya ke FC Holywood nanti.

“Kota Munich sangat penting bagi saya. Saya berasal, atau lebih tepatnya telah hidup di Munchen selama bertahun-tahun,” kata Nagelsmann dalam suatu kesempatan kepada Eurosport.

“Sebenarnya saya berasal dari Landsberg Am Lech, yang tidak jauh dari Munchen. Istri dan anak saya akan segera pindah ke Munich, kami sedang membangun rumah; karena itu kami memiliki kedekatan pada area tersebut. Itu adalah rumah kami.”

Bukan kali ini Die Rotten menunjukkan minat luar biasa mereka pada Julian. Tahun 2015 lalu, Bayern menawarinya sebuah wawancara untuk posisi pelatih tim U-23. Nagelsman yang baru 26 tahun kala itu memang datang ke sana, untuk menolak tawaran itu dan pergi ke Hoffenheim.

Mungkinkah kali ini, Julian Nagelsmann akan kembali ke The Bavarian dan menerima tawaran prestisius untuk membesut salah satu tim raksasa di Bundesliga itu, sebagai pelatih kepala?

Leave a Reply

Your email address will not be published.